Menanti Nasib Nathan Tjoe-A-On di Swansea City Usai Ganti Pelatih
GUNDALA4D –Nathan Tjoe-A-On menatap periode penuh ketidakpastian dalam delapan pertandingan terakhir kasta kedua Liga Inggris.
Bek kiri timnas Indonesia itu berada di klub yang sudah memecat satu pelatih pada musim ini, tetapi tak menemukan pengganti.
Manajemen Swansea City tak menunjuk pelatih baru, dan memilih mempermanenkan caretaker Alan Sheehan.
Alan Sheehan ditunjuk sebagai pelatih sementara pada Februari lalu usai pemecatan Luke Williams.
Jeda internasional selama dua pekan tak berhasil digunakan pihak manajemen untuk menemukan pelatih permanen, sehingga Sheehan terpaksa memperpanjang gaweannya.
Sosok asal Irlandia itu meyakini di luar sana terdapat banyak pelatih yang mau melatih The Swans.
“Saya yakin banyak orang menginginkan pekerjaan ini,” ujar Sheehan di Wales Online.
“Saat ini, saya adalah orang yang ditaruh (oleh manajemen) untuk memimpin sampai akhir musim.”
Klub buangan Premier League itu kini berada di peringkat 16 dengan 44 poin, hanya berjarak enam poin dari zona degradasi.
Menanti Nasib Nathan Tjoe-A-On di Swansea City Usai Ganti Pelatih
“Sekarang saya rasa sangat penting bagi semua orang di klub untuk bekerja bersama hingga akhir musim untuk mencapai finish yang bagus,” tandas Sheehan.
Masalahnya bagi sepak bola Indonesia, siapa pun pelatih Swansea tampaknya tak peduli dengan nasib Nathan Tjoe-A-On.
Sudah dua pelatih Swansea tidak menyertakan Nathan dalam delapan pertandingan terakhir di Divisi Championship.
Tiga laga (dalam streak delapan itu) semasa masih dilatih Luke Williams, dan lima laga terakhir bersama Sheehan.
Williams dan Sheehan sama-sama tidak melibatkan Nathan dalam skuad pertandingan, yang bisa diartikan ketidakpercayaan.
Itu belum menghitung pelatih musim lalu Michael Duff yang tak pernah memberi debut pada Nathan.
Jika ditambah Patrick Kluivert yang mencadangkan Nathan pada laga kontra Indonesia kontra Bahrain, maka pelatih yang mencoret Nathan berjumlah empat.
Sebagai rekrutan dari Liga Belanda, pemain kidal itu terbilang gagal memenuhi ekspektasi di Liberty Stadium selama dua musim.
Ia hanya mencatatkan tiga penampilan pada musim ini, semuanya dilakukan pada Agustus, dengan total 127 menit.
Ia berada di posisi di mana Swansea punya bekas pemain Premier League, Josh Tymon, sehingga kalah bersaing.
Pemain kelahiran 22 Desember 2001 itu menatap April-Mei dengan prospek tipis bermain untuk Swansea.
Selanjutnya ada jeda internasional pada Juni, yang sayangnya ia juga sudah kalah saing di pos bek kiri maupun gelandang tim Garuda.
Kontrak Nathan bersama Swansea sebenarnya masih berlangsung hingga Juni 2026, tetapi melihat kondisi saat ini, rasanya ia lebih baik mencari klub baru.

1.Bonus Member Baru Slot Games 50% (Max Bonus 200rb)
2.Bonus Deposit Harian 10% (Max Bonus 100rb) TO x3
3.Bonus Cashback 5%
4.Bonus Rollingan 0.8%
5.Bonus Cashback Sportbook Up To 15%
6.Bonus Referral 5%
7.Bonus MISS SCATTER 20.000

Leave a Reply